Analisis Psikometri Instrumen “Kesiapan Mondok” Pada Calon Santri: Konstruksi Skala Pengukuran
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.435Keywords:
Kesiapan Mondok, Psikometri, Validitas, Reliabilitas, Calon SantriAbstract
Peralihan dari kehidupan di rumah menuju lingkungan pondok pesantren menuntut calon santri untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan baru, baik dalam aspek akademik, sosial, religius, maupun kedisiplinan. Namun, tidak semua calon santri memiliki kesiapan yang memadai untuk menghadapi perubahan tersebut sehingga berpotensi mengalami kesulitan penyesuaian diri, homesickness, tekanan emosional, bahkan keinginan untuk meninggalkan pesantren sebelum menyelesaikan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur kesiapan calon santri sebelum memasuki kehidupan di pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji kualitas psikometrik instrumen Kesiapan Mondok pada calon santri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pengembangan instrumen. Subjek penelitian berjumlah 348 calon santri berusia 12–18 tahun yang berasal dari lima pondok pesantren di Provinsi Banten dan dipilih melalui teknik purposive sampling dan convenience sampling. Instrumen penelitian terdiri atas 22 butir pernyataan yang dirancang untuk mengukur dimensi pengambilan keputusan, penyesuaian diri, dan istiqamah dalam menghadapi kehidupan pesantren. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics melalui uji validitas butir dengan Corrected Item-Total Correlation dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh butir memiliki nilai korelasi di atas r tabel sebesar 0,113 dengan rentang koefisien antara 0,185 hingga 0,607 sehingga seluruh item dinyatakan valid. Selain itu, nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,879 menunjukkan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang tinggi dan reliabilitas yang baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa instrumen Kesiapan Mondok memiliki kualitas psikometrik yang memadai dan layak digunakan sebagai alat ukur untuk mengidentifikasi tingkat kesiapan calon santri sebelum memasuki lingkungan pondok pesantren.









