Systematic Literature Review (SLR): Implementasi dan Implikasi Aliran Filsafat Pendidikan Idealisme, Realisme dalam Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.443Keywords:
Idealisme, Realisme, Filsafat Pendidikan, Sekolah Dasar, Abad 21Abstract
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) Implementasi Idealisme Aliran Filsafat Pendidikan dalam Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar 2) Implementasi Realisme Aliran Filsafat Pendidikan dalam Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar 3) Implikasi Idealisme Aliran Filsafat Pendidikan dalam Pendidikan Abad 21 di Sekolah Dasar 4) Implikasi Realisme Aliran Filsafat Pendidikan dalam PendidikanAbad 21 di Sekolah Dasar Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) melalui tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel secara sistematis. Artikel diperoleh melalui penelusuran pada Google Scholar dengan rentang tahun publikasi 2020–2026, dapat diakses secara open access, dan relevan dengan topik penelitian 1) . Hasil pencarian awal memperoleh 481 artikel, kemudian dilakukan proses seleksi berdasarkan kesesuaian judul, abstrak, isi, serta kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 25 artikel yang layak dianalisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) implementasi aliran idealisme dilakukan melalui keteladanan guru, integrasi nilai moral dan karakter dalam pembelajaran, serta pembiasaan refleksi diri peserta didik; (2) implementasi aliran realisme dilakukan melalui pembelajaran kontekstual yang melibatkan observasi, eksperimen, praktik langsung, dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar; (3) implikasi aliran idealisme terlihat pada penguatan karakter, moral, spiritual, dan tanggung jawab sosial peserta didik melalui pembelajaran yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan; dan (4) implikasi aliran realisme terlihat pada peningkatan kemampuan berpikir logis, kritis, rasional, serta kemampuan memecahkan masalah melalui pengalaman belajar yang nyata dan bermakna. Dengan demikian, penerapan kedua aliran filsafat tersebut saling melengkapi dalam mendukung terciptanya pembelajaran abad ke-21 yang seimbang antara pembentukan karakter, penguasaan pengetahuan, dan pengembangan keterampilan peserta didik di sekolah dasar.









