Integrasi Wayang Thengul dalam Model Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMA
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.480Keywords:
Inkuiri Terbimbing, Literasi Sains, Wayang Thengul, Gelombang Bunyi, Budaya LokalAbstract
Literasi sains merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik untuk memahami fenomena ilmiah dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kemampuan literasi sains peserta didik Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD sehingga diperlukan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berorientasi pada proses inkuiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh integrasi Wayang Thengul dalam model inkuiri terbimbing terhadap peningkatan literasi sains siswa SMA pada materi gelombang bunyi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design yang melibatkan 68 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Baureno. Data dikumpulkan melalui tes literasi sains, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh peningkatan literasi sains lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan rata-rata N-gain sebesar 0,6317 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol sebesar 0,0763 (kategori rendah). Keterlaksanaan pembelajaran mencapai 93,76% (sangat baik) dan respons siswa sebesar 79,36% (baik). Hasil tersebut menunjukkan bahwa integrasi Wayang Thengul dalam model inkuiri terbimbing efektif meningkatkan literasi sains sekaligus mewujudkan pembelajaran fisika yang kontekstual berbasis budaya lokal.









