Reorientasi Pembelajaran PAI bagi Peserta Didik Native dalam Kurikulum Merdeka

Authors

  • Uki Prasetiya Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Akhmad Dalil Rohman
  • Tri Unggul Sari Asih
  • Nanang Hasan Susanto

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.504

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah karakteristik peserta didik Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar (MI/SD) menjadi generasi digital native yang memiliki pola belajar, cara memperoleh informasi, dan kebutuhan pembelajaran yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kondisi tersebut menuntut adanya reorientasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) agar tetap relevan dengan karakteristik peserta didik serta sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Artikel ini bertujuan menganalisis karakteristik peserta didik digital native, mengidentifikasi tantangan pembelajaran PAI pada era digital, serta merumuskan kerangka konseptual reorientasi pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI perlu direorientasikan melalui perubahan paradigma dari teacher centered learning menuju student centered learning, penguatan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kolaboratif, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan secara etis, serta pengembangan literasi digital keagamaan. Hasil sintesis penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual reorientasi pembelajaran PAI yang mengintegrasikan karakteristik peserta didik digital native, prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, strategi implementasi pembelajaran, dan luaran yang diharapkan berupa karakter religius, literasi digital keagamaan, kemampuan berpikir kritis, akhlakul karimah, serta moderasi beragama. Kerangka konseptual tersebut diharapkan menjadi acuan bagi guru dan pengembang kurikulum dalam merancang pembelajaran PAI yang lebih adaptif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik pada era digital.

Downloads

Published

2026-07-20