Penerapan Metodologi Penelitian dalam Pengembangan Sistem Informasi Berbasis Web
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.541Keywords:
Metodologi Penelitian, Sistem Informasi Berbasis Web, SDLC, Model Waterfall, System Usability ScaleAbstract
Pengembangan sistem informasi berbasis web memerlukan metodologi penelitian yang sistematis dan terstruktur guna menjamin kualitas, efektivitas, dan keberlanjutan produk yang dihasilkan. Tanpa kerangka metodologis yang jelas, proyek perangkat lunak kerap enghadapi perluasan lingkungan yang tidak terkendali, pembengkakan anggaran, serta deficit kualitas. Penelitian ini mengkaji bagaimana penerapan metodologi penelitian yang ketat-khususnya Software Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall-memengaruhi hasil pengembangan sistem informasi akademik berbasis web di sebuah perguruan tinggi di Batam, Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang mencakup lima fase berurutan: analisis kebutuhan, perancangan sistem implementasi, pengujian, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan lima pemangku kepentingan institusi, observasi alur kerja langsung, dan kursioner System Usability Scale (SUS) yang disebarkan kepada empat puluh pengguna akhir. Pengujian Black Box diterapkan untuk memvalidasi kebutuhan fungsional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 95,6 persen dari empat puluh lima scenario pengujian fungsional lulus tanpa cacat, dan rata-rata skor SUS mencapai 87,5, yang menetapkan sistem dalam kategori “Excellent”. Hasil ini membuktikan bahwa penerapan metodologi yang disiplin secara signifikan meningkatkan kualitas sistem dari dimensi fungsionalitas, kegunaan, dan kinerja. Penelitian ini memberikan panduan praktis bagi pendidik, pengembang, dan institusi yang ingin menerapkan praktik rekayasa perangkat lunak berbasis bukti di lingkungan akademik.









