Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis melalui Pembelajaran Aktif Siswa Sekolah Menengah
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.542Keywords:
Berpikir Kritis, Pembelajaran Aktif, Sekolah Menengah, Pendidikan Abad Ke-21.Abstract
Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki peserta didik pada abad ke-21. Kemampuan ini membantu siswa dalam menganalisis informasi, memecahkan masalah, mengambil keputusan, serta mengembangkan argumentasi yang logis. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru sering kali belum mampu mengembangkan keterampilan tersebut secara optimal. Artikel ini bertujuan mengkaji peran pembelajaran aktif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah menengah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah mengenai pembelajaran aktif dan berpikir kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran aktif seperti Problem Based Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, dan Cooperative Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu mengembangkan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa agar tujuan pendidikan abad ke-21 dapat tercapai.









