Optimasi Jarak Tanam dan Pemupukan Organik Berbasis Mulsa terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) pada Lahan Kering
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.563Keywords:
Jagung manis; jarak tanam; pupuk kandang ayam; mulsa; efisiensi agronomisAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh interaksi jarak tanam dan pemupukan organik berbasis mulsa terhadap pertumbuhan, hasil, kualitas tongkol, serta efisiensi agronomis jagung manis pada lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober - Desember 2025. bertempat di Desa Bontoramba Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah jarak tanam, terdiri atas 70 × 20 cm, 70 × 30 cm, dan 70 × 40 cm. Faktor kedua adalah kombinasi pemupukan organik dan jenis mulsa, yaitu pupuk kandang ayam dosis rendah (10 ton/ha), sedang (15 ton/ha), dan tinggi (20 ton/ha) yang dikombinasikan dengan mulsa organik jerami dan mulsa plastik hitam perak. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif, komponen hasil, produktivitas, kualitas tongkol, dan efisiensi agronomis. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi jarak tanam dan pemupukan organik berbasis mulsa berpengaruh nyata terhadap seluruh variabel pengamatan. Kombinasi jarak tanam 70 × 30 cm, pupuk kandang ayam 20 ton/ha, dan mulsa plastik hitam perak memberikan hasil terbaik, ditunjukkan oleh peningkatan pertumbuhan vegetatif, produktivitas hingga 16,5 ton/ha, kualitas tongkol yang lebih baik, serta efisiensi agronomis pupuk organik yang lebih tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa optimasi sistem budidaya semi-organik melalui pengaturan jarak tanam, pemupukan organik, dan penggunaan mulsa merupakan strategi efektif untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas jagung manis di lahan kering.









