Strategi SMAN 2 Lamongan Dalam Menginternalisasikan Nilai Gotong Royong Pada Peserta Didik Untuk Menghadapi Tantangan Society 5.0

Penelitian

Authors

  • Eka Fitria Putri Harianti Universitas Negeri Surabaya
  • Rianda Usmi Universitas Negeri Surabaya
  • Warsono Universitas Negeri Surabaya
  • Walib Abdullah Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.576

Keywords:

Strategi Sekolah, Internalisasi, Gotong Royong, Pendidikan Karakter, Society 5.0

Abstract

Perkembangan teknologi pada era Society 5.0 memberikan berbagai kemudahan, tetapi juga memunculkan tantangan terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi sekolah dalam menginternalisasikan nilai gotong royong pada peserta didik melalui kegiatan intrakurikuler untuk menghadapi tantangan Society 5.0, serta menganalisis faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, kurikulum, guru pendidikan pancasila, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, pengelompokkan data, penyajian data dan verifikasi. Diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan internalisasi nilai gotong royong dalam kegiatan intrakurikuler diintegrasikan melalui pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) yang berpedoman pada modul ajar, motivasi yang diberikan oleh pendidik, serta melalui Program Jumat Bersejarah yang membiasakan peserta didik mempraktikkan nilai gotong royong. Strategi tersebut mencerminkan komponen pendidikan karakter Thomas Lickona, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action, sehingga mampu memperkuat karakter gotong royong peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan era Society 5.0.

Downloads

Published

2026-08-05