Pengaruh Model Pembelajaran Probing Prompting terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Kadugede
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v1i3.586Keywords:
Model Pembelajaran Probing Prompting, Hasil Belajar, Pendidikan Agama Islam.Abstract
Hasil belajar yang rendah seringkali menjadi tantangan dalam proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut adalah melalui penerapan model pembelajaran Probing Prompting yang mendorong suasana belajar lebih aktif dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) penerapan model Probing Prompting pada mata pelajaran PAI kelas XI di SMAN 1 Kadugede, (2) hasil belajar siswa setelah penerapannya, dan (3) pengaruh model tersebut terhadap hasil belajar. Metode penelitian menggunakan Quasi Experimental Design dengan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 485 siswa, sedangkan sampel sebanyak 72 siswa ditentukan dengan purposive sampling, terdiri dari kelas XI B2 (eksperimen, 36 siswa) dan XI D2 (kontrol, 36 siswa). Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang telah diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Hasil analisis menunjukkan (1) penerapan model pembelajaran probing prompting pada mata pelajaran PAI kelas XI di SMAN 1 Kadugede berlangsung baik. (2) rata-rata nilai pretest kelas eksperimen sebesar 50,14 dan posttest 78,33, dengan peningkatan 56%. Sementara kelas kontrol memperoleh rata-rata pretest 48,61 dan posttest 53,47 dengan peningkatan hanya 10%. (3) Uji perbedaan rata-rata menghasilkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak. Nilai N-Gain kelas eksperimen 0,56 (sedang), sedangkan kelas kontrol 0,07 (rendah). Hal ini membuktikan adanya pengaruh positif model Probing Prompting terhadap hasil belajar PAI siswa.









