An Analysis of Students’ Difficulties in the TOEFL Structure Section at STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.596Keywords:
Kesulitan Mahasiswa, Bagian Structure, TOEFLAbstract
Meskipun bagian Structure pada TOEFL memberikan tantangan yang signifikan bagi pembelajar EFL (English as a Foreign Language), masih sedikit penelitian yang mengeksplorasi bagaimana keterbatasan linguistik dan faktor psikologis saling berinteraksi selama pelaksanaan tes dalam konteks perguruan tinggi di daerah. Penelitian ini mengeksplorasi kesulitan utama, faktor-faktor penyebab, strategi pengerjaan tes, serta solusi yang direkomendasikan di antara mahasiswa semester delapan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, wawancara terstruktur dilakukan terhadap 15 partisipan yang dipilih secara purposive dengan nilai di bawah 68 pada bagian Structure TOEFL. Data dianalisis secara tematik menggunakan NVivo 12 Pro. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa paling kesulitan dalam subject–verb agreement, tenses, kata sambung (conjunctions), determinan (determiners), dan klausa kompleks. Kesulitan-kesulitan ini diperparah oleh keterbatasan kosakata, kurangnya latihan, keterbatasan waktu, dan kecemasan saat tes, yang menyebabkan mahasiswa mengandalkan strategi reaktif seperti scanning dan menebak. Untuk mengatasi hambatan tersebut, para partisipan menekankan perlunya latihan mandiri di samping dukungan dari pihak institusi. Secara praktis, penelitian ini menyoroti pentingnya bertransisi dari hafalan tata bahasa secara acak (rote memorization) menuju pengajaran yang berorientasi pada strategi, latihan TOEFL diagnostik, serta pelatihan manajemen waktu di dalam kurikulum universitas.









