Konflik Internal Tokoh Utama Dalam Novel Setiap Luka Akan Pulih Karya Halimah : Perspektif Kurt Lewin Pendekatan Psikologi Sastra
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.623Abstract
Konflik internal merupakan salah satu unsur penting dalam pembentukan karakter tokoh pada karya sastra karena menggambarkan pergulatan batin yang memengaruhi proses pengambilan keputusan dan perkembangan psikologis tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konflik internal tokoh utama dalam novel Setiap Luka Akan Pulih Karya Halimah berdasarkan teori konflik psikologis Kurt Lewin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kutipan narasi, dialog, dan monolog yang mengandung konflik internal. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, pemberian kode data, klasifikasi berdasarkan teori Kurt Lewin, validasi ahli, serta interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik internal tokoh utama terbagi ke dalam tiga bentuk, yaitu konflik mendekat–mendekat (approach–approach conflict), konflik menghindar–menghindar (avoidance–avoidance conflict), dan konflik mendekat–menghindar (approach–avoidance conflict). Di antara ketiga bentuk tersebut, konflik mendekat–menghindar merupakan konflik yang paling dominan karena tokoh utama sering menghadapi satu pilihan yang mengandung konsekuensi positif sekaligus negatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teori Kurt Lewin mampu menjelaskan dinamika konflik internal tokoh secara sistematis sehingga memberikan kontribusi terhadap kajian psikologi sastra, khususnya dalam analisis konflik batin tokoh dalam karya sastra.









