Implementasi Kurikulum Merdeka dan Inovasi Strategi Pembelajaran Berbasis Steam dalam Meningkatkan Keterampilan Berbahasa dan Proses Sains pada Era Pendidikan 4.0: Analisis Model Ralph W. Tyler di Mi Darul Huda Codo
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.625Keywords:
Kurikulum Merdeka, Model Ralph W. Tyler, Pendekatan STEAM, Keterampilan Berbahasa, Keterampilan Proses Sains, P5RA, Pendidikan 4.0Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif implementasi Kurikulum Merdeka serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi siswa, khususnya keterampilan berbahasa dan keterampilan proses sains (KPS) melalui integrasi strategi pembelajaran aktif dan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) di era Pendidikan 4.0, menggunakan kerangka analisis model pengembangan kurikulum Ralph W. Tyler (1949). Transformasi digital dan tuntutan era Pendidikan 4.0 memerlukan pergeseran paradigma pendidikan dari sekadar transfer pengetahuan (rote learning) menuju penguasaan keterampilan abad ke-21 (4C: critical thinking, creativity, collaboration, communication). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di MI Darul Huda Codo dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap Kepala Madrasah dan Guru Fiqih, observasi lapangan, serta studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada dimensi Educational Purposes, penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) di MI Darul Huda Codo memadukan mandat kebijakan Kementerian Agama dan Musyawarah Kelompok Kerja Madrasah (KKM) dengan karakteristik lokal dan nilai-nilai keislaman; (2) Pada dimensi Selection and Organization of Learning Experiences, penerapan diferensiasi konten, proses, dan produk yang dipadukan dengan pendekatan STEAM serta Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil 'Alamin (P5RA) bernuansa lingkungan ("Madrasah Bersih dan Ramah Lingkungan") secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif, KPS, dan keterampilan berbahasa siswa; serta (3) Pada dimensi Evaluation, pengolahan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif masih menghadapi tantangan teknis pada e-Rapor dan keterbatasan sarana penunjang. Meskipun demikian, sinergi antara kebijakan manajerial, pelatihan KKG/In-House Training (IHT), dan adaptasi Modul Ajar mandiri dari Platform Merdeka Mengajar (PMM) berhasil memperkokoh pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila dan kompetensi holistik siswa.









