Kajian Literatur Etnomatematika Kalabubu: Perspektif Deep Learning dalam Teori Pembelajaran Bermakna David Ausubel
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.626Keywords:
Etnomatematika, Kalabubu, Deep Learning, Pembelajaran Bermakna, David Ausubel, Budaya NiasAbstract
Pembelajaran matematika di sekolah masih sering terasa abstrak dan kurang relevan bagi siswa karena minim keterkaitan dengan konteks kehidupan dan budaya mereka sehari-hari. Padahal, mengintegrasikan budaya lokal ke dalam pembelajaran matematika dapat menjadikan konsep-konsep abstrak lebih konkret dan mudah dipahami. Etnomatematika hadir sebagai pendekatan yang menjembatani konsep matematika formal dengan praktik budaya masyarakat, salah satunya melalui Kalabubu, kalung tradisional khas Nias Selatan yang menyimpan potensi matematis pada susunan, bentuk, dan polanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep-konsep matematika yang terkandung dalam Kalabubu, menganalisis relevansinya terhadap pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning), serta menginterpretasikan keterkaitannya dengan teori pembelajaran bermakna David Ausubel. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, yaitu menelaah dan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan dengan etnomatematika, Kalabubu, Deep Learning, dan teori Ausubel. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kalabubu mengandung konsep geometri, pola, simetri, pengukuran, dan transformasi yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar matematika kontekstual. Selain itu, konteks budaya Kalabubu dapat berfungsi sebagai advance organizer yang menjembatani pengetahuan awal siswa dengan konsep matematika baru, sejalan dengan prinsip pembelajaran bermakna Ausubel. Pembelajaran matematika berbasis budaya semacam ini terbukti mendukung pemahaman konseptual yang lebih mendalam sekaligus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga relevan dengan semangat pendekatan Deep Learning dalam kurikulum pendidikan saat ini.









