Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Siswa di SMA Negeri 1 Gunung Megang

Authors

  • Winsidi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muara Enim
  • Shabran Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muara Enim

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i2.712

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemahaman keagamaan siswa di SMA Negeri 1 Gunung Megang. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh masih adanya sebagian siswa yang belum melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah ketika waktu shalat tiba, rendahnya keaktifan dalam mengikuti kegiatan Rohani Islam (Rohis), serta belum seluruh siswa berpartisipasi secara sungguh-sungguh dalam kegiatan pembacaan Surah Yasin setiap hari Jumat. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembiasaan dan pengamalan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah belum sepenuhnya tertanam pada diri seluruh siswa sehingga diperlukan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk meningkatkan pemahaman keagamaan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan pemahaman keagamaan siswa di SMA Negeri 1 Gunung Megang serta mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, siswa, dan pihak terkait lainnya. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan pemahaman keagamaan siswa meliputi pemberian motivasi dan nasihat, penggunaan strategi pembelajaran kooperatif, pendekatan persuasif kepada siswa, pemberian keteladanan, pembiasaan kegiatan keagamaan, serta pelaksanaan berbagai program keagamaan sekolah seperti shalat berjamaah, pembacaan Surah Yasin, kegiatan Rohani Islam (Rohis), dan pesantren kilat. Faktor pendukung dalam pelaksanaan strategi tersebut meliputi dukungan kepala sekolah, tersedianya sarana dan prasarana keagamaan, program sekolah yang mendukung, serta kerja sama antara guru dan pihak sekolah. Adapun faktor penghambatnya antara lain rendahnya kesadaran sebagian siswa, kurangnya motivasi belajar agama, pengaruh lingkungan pergaulan, serta perkembangan teknologi yang kurang dimanfaatkan secara positif.

Downloads

Published

2026-10-15