Dimensi Pembelajaran Bermakna dalam Pak : Analisis Implementasi Kurikulum Deep Learning di SMA Pahlawan Bintang Timur, Kelurahan Camplong 1, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i2.764Keywords:
Dimensi pembelajaran bermakna, Pendidikan Agama Kristen, *deep learning*, kurikulum.Abstract
Penelitian ini menganalisis dimensi pembelajaran bermakna dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) melalui penerapan kurikulum berbasis *deep learning* (pembelajaran mendalam) di SMA Pahlawan Bintang Timur, Desa Camplong 1, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Studi ini didasari oleh pentingnya pergeseran pendekatan pembelajaran dari yang bersifat dangkal (*surface learning*) menuju *deep learning* yang secara holistik membentuk pemahaman, sikap, dan karakter siswa, khususnya dalam konteks PAK. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan melibatkan kepala sekolah, guru PAK, siswa, dan staf sekolah. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum *deep learning* dalam PAK telah menumbuhkan dimensi-dimensi pembelajaran bermakna, yang meliputi: (1) pemahaman konseptual yang mendalam mengenai nilai-nilai iman Kristen, (2) keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, (3) kemampuan untuk berefleksi secara kritis terhadap pengalaman iman dan kehidupan sehari-hari, serta (4) penerapan nilai-nilai Kristen dalam tindakan nyata. Namun, terdapat beberapa tantangan, seperti pemahaman guru yang belum menyeluruh mengenai konsep *deep learning* serta kurangnya sumber daya pendukung pembelajaran. Sebagai kesimpulan, meskipun kurikulum *deep learning* dalam PAK memiliki potensi besar untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, hal ini memerlukan peningkatan kompetensi guru dan penyediaan fasilitas pembelajaran yang memadai. Penelitian ini merekomendasikan adanya pelatihan berkelanjutan bagi guru serta pengembangan strategi pembelajaran inovatif yang kontekstual dengan kebutuhan siswa.









