Pemikiran Pendidikan Abdurrahman Wahid dan Relevansinya terhadap Pengembangan Pesantren di Kabupaten Tebo

Authors

  • Arsela Eka Ramadhani STIT Al-Falah
  • Ridwan Mukti STIT Al-Falah
  • Mawar Nur Khoiriah STIT Al-Falah

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v1i2.272

Keywords:

Abdurrahman Wahid, Gus Dur, Pendidikan Pesantren, Pengembangan Pesantren

Abstract

Penelitian ini menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terhadap pengembangan pesantren di Kabupaten Tebo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis dokumentasi, penelitian ini mengkaji gagasan-gagasan inti pendidikan Gus Dur dan memetakan aplikabilitasnya terhadap kondisi konkret pesantren di Tebo. Temuan menunjukkan bahwa tiga pilar utama pemikiran pendidikan Islam Gus Dur—pendidikan berbasis modernisme, pendidikan berbasis pembebasan, dan pendidikan berbasis kebhinekaan—sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi pesantren di Kabupaten Tebo. Pesantren Raudhatul Mujawwidin (ROMU) di Rimbo Bujang yang menaungi 2.028 santri di bawah sepuluh lembaga pendidikan formal, dan Pesantren Nurul Jalal sebagai pesantren tertua di Tebo, mencerminkan visi Gus Dur tentang pesantren sebagai lembaga pendidikan asli Indonesia yang harus memadukan ilmu agama dengan ilmu umum dan merespons kebutuhan masyarakat secara kontekstual. Konsep al-muhafadzah 'ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah (memelihara tradisi lama yang baik sambil mengadopsi inovasi baru yang lebih baik) menjadi jembatan epistemologis antara pemikiran Gus Dur dengan arah pengembangan pesantren di Kabupaten Tebo.

Downloads

Published

2023-12-20