Analisis Tingkat Kesulitan Guru PAI dalam Menerapkan Pembelajaran Deep Learning pada Kurikulum Merdeka di Kabupaten Tebo
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v3i3.287Keywords:
Guru PAI, Deep Learning, Kurikulum Merdeka, Tingkat KesulitanAbstract
Penelitian ini menganalisis tingkat kesulitan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menerapkan pendekatan Deep Learning dalam kerangka Kurikulum Merdeka di Kabupaten Tebo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan instrumen angket skala Likert yang diberikan kepada 42 guru PAI dari 28 sekolah (SD, SMP, dan SMA/SMK) di enam kecamatan Kabupaten Tebo. Tingkat kesulitan diukur pada lima dimensi: pemahaman konseptual, perencanaan pembelajaran, implementasi di kelas, asesmen autentik, dan integrasi literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata kesulitan keseluruhan sebesar 3,67 (dari skala 1–5) yang termasuk kategori "kesulitan tinggi." Kesulitan tertinggi ditemukan pada dimensi integrasi literasi digital (rerata 4,12), diikuti asesmen autentik (rerata 3,89) dan perencanaan pembelajaran (rerata 3,74). Kesulitan terendah terdapat pada implementasi di kelas (rerata 3,31) dan pemahaman konseptual (rerata 3,29). Faktor-faktor penyebab kesulitan tinggi mencakup keterbatasan infrastruktur digital, minimnya pelatihan khusus Deep Learning, rendahnya kompetensi digital guru, dan jumlah siswa per kelas yang besar sehingga menyulitkan pendekatan mindful-meaningful-joyful (MMJ). Penelitian merekomendasikan pengembangan profesional guru yang tertarget, komunitas belajar kolaboratif antar-guru PAI, dan penguatan infrastruktur TIK di sekolah-sekolah Kabupaten Tebo.









