Rehat: Intervensi Herbal untuk Mengatasi Tekanan dan Gula Darah pada Masyarakat Lanjut Usia Desa Gumeng
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.348Keywords:
Tanaman Herbal, Hipertensi, Diabetes, Lansia, Pengabdian MasyarakatAbstract
Hipertensi dan diabetes melitus merupakan dua jenis Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan seperti Desa Gumeng, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Berdasarkan hasil ILP (Integrasi Layanan Primer), sebanyak 25 lansia di desa tersebut teridentifikasi memiliki kadar gula dan tekanan darah di atas batas normal. Program pengabdian masyarakat REHAT (Ramuan Herbal Atasi Tekanan dan Gula Darah) hadir sebagai solusi edukatif dan promotif yang mengenalkan pemanfaatan tanaman herbal seperti daun salam, seledri, dan kayu manis sebagai alternatif pengendalian hipertensi dan diabetes. Metode yang digunakan bersifat deskriptif-kualitatif melalui pendekatan sosialisasi dan pembagian produk herbal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap peserta, serta munculnya inisiatif warga untuk membudidayakan dan memanfaatkan tanaman herbal sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Meskipun terdapat tantangan dalam penyampaian istilah medis, program ini terbukti berdampak positif terhadap pemahaman dan partisipasi masyarakat lansia dalam menjaga kesehatan secara alami dan mandiri.









