Kajian Semantik Toponimi Penamaan Desa Simare-Mare Silali Toruan di Kecamatan Muara Nauli, Kabupaten Tapanuli Utara
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.368Abstract
Penelitian ini mengkaji aspek semantik toponimi pada penamaan Desa Simare-Mare Silali Toruan di Kecamatan Muara Nauli, Kabupaten Tapanuli Utara. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya nama tempat sebagai representasi identitas budaya, sejarah, dan memori kolektif masyarakat setempat. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan asal-usul penamaan desa serta mengungkap makna semantik yang terkandung dalam unsur nama “Simare-Mare” dan “Silali Toruan”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik dan toponimi. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat, observasi lapangan, serta dokumentasi cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama Desa Simare-Mare berasal dari marga SimareMare yang diyakini sebagai kelompok pertama yang membuka wilayah tersebut. Seiring berjalannya waktu, keturunan marga Simare-Mare tidak lagi menetap di daerah tersebut dan digantikan oleh masyarakat bermarga Siregar. Meskipun demikian, nama “Simare-Mare” tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur pembuka kampung. Penambahan unsur “Silali Toruan” berfungsi sebagai penanda geografis untuk membedakan desa ini dari desa lain yang memiliki nama serupa di Kecamatan Muara Nauli. Penelitian ini menunjukkan bahwa toponimi tidak hanya berfungsi sebagai identitas wilayah, tetapi juga menjadi sarana pewarisan nilai sejarah, budaya, dan penghormatan terhadap leluhur dalam masyarakat Batak.









