Efektivitas Intervensi Gizi Terintegrasi Berbasis Rumah Sakit dan Homecare pada Pasien Gizi Buruk dengan Community Acquired Pneumonia dan Global Delayed Development: Studi Kasus
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.369Keywords:
Community Acquired Pneumonia, Global Delayed Development, Gizi Buruk, Homecare, Intervensi GiziAbstract
Community Acquired Pneumonia (CAP) pada pasien dengan gizi buruk dan Global Delayed Development dapat menyebabkan penurunan asupan makan dan memperburuk status gizi. Intervensi gizi berkelanjutan diperlukan untuk mendukung pemulihan kondisi klinis dan status gizi pasien. Studi kasus ini bertujuan mengevaluasi efektivitas intervensi gizi terintegrasi berbasis rumah sakit dan homecare pada pasien dengan Community Acquired Pneumonia (suggestive TB), Global Delayed Development, dan gizi buruk. Penelitian dilakukan pada seorang pasien perempuan usia 14 tahun selama 17 hari yang terdiri atas 3 hari perawatan di rumah sakit dan 14 hari homecare. Selama perawatan di rumah sakit pasien diberikan diet tinggi energi dan tinggi protein berdasarkan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), sedangkan selama homecare dilakukan pemantauan asupan menggunakan recall 3 hari dan pemberian susu formula tinggi energi dan protein. Hasil menunjukkan peningkatan asupan energi dari 809,4 kkal (34% kebutuhan) menjadi 2250 kkal (95% kebutuhan) pada hari ketiga perawatan dan mencapai sekitar 2310 kkal/hari selama homecare. Berat badan meningkat dari 35 kg menjadi 37 kg, sedangkan status gizi berdasarkan indikator IMT/U membaik dari -3,37 SD (gizi buruk) menjadi -2,81 SD (gizi kurang). Perbaikan kondisi klinis ditandai dengan peningkatan nafsu makan, kemampuan menelan yang lebih baik, tidak adanya diare, serta frekuensi buang air besar yang normal. Intervensi gizi terintegrasi berbasis rumah sakit dan homecare efektif dalam meningkatkan asupan, status gizi, berat badan, dan kondisi klinis pasien. Namun, pemantauan jangka panjang tetap diperlukan untuk mencapai pemulihan status gizi yang optimal.









