Analisis Stilistika dan Balāghah Surah Al-ʻalaq Kajian Aspek Fonologi, Morfologi, Sintaksis, Semantik, dan Uslub

Authors

  • Alwi Salam UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Abdul Jabbar Mukhtar UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Rizzaldy Satria Wiwaha UIN Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.445

Keywords:

Balāghah; Linguistic Iʻjāz; Qur’anic Stylistics; Sūrat al-ʿAlaq.

Abstract

Penelitian ini menganalisis Surah Al-ʻAlaq sebagai wahyu pertama Al-Qur'an melalui pendekatan integratif stilistika modern dan balāghah klasik untuk mengungkap iʻjāz kebahasaan yang terkandung di dalamnya. Analisis dilakukan pada lima dimensi utama: fonologis, morfologis, sintaksis, semantik, dan retorika, dengan fokus pada bagaimana bunyi, bentuk kata, struktur kalimat, jaringan makna, dan perangkat retoris bekerja secara terpadu. Pada dimensi fonologis, Surah Al-ʻAlaq menunjukkan pola rima yang dinamis (qāf, mīm, alif maqṣūrah, hā’, dan bā’) yang berfungsi membangun suasana makna, dari hentakan perintah membaca hingga penegasan resolusi spiritual. Pada dimensi morfologis dan sintaksis, pemilihan bentuk seperti الْأَكْرَمُ, عَلَّمَ, الرُّجْعَى, الزَّبَانِيَةَ, dan كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ, serta susunan kalimat seperti اقْرَأْ tanpa objek, penegasan bertingkat كَلَّا – إِنَّ – لَـ, rangkaian أَرَأَيْتَ, dan struktur ancaman لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا menunjukkan adanya keputusan linguistik yang sangat terencana untuk mengintensifkan tekanan makna. Pada dimensi semantik dan balāghah, repetisi, oposisi, dan hiponimi berpadu dengan majāz, kināyah, qaṣr, iltifāt, taqdīm, ṭibāq, tarṣīʻ, dan رَدُّ العَجُزِ عَلَى الصَّدْرِ membentuk narasi padat tentang manusia, ilmu, kesombongan, dan kedekatan kepada Allah. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi stilistika–balāghah merupakan pendekatan yang saling melengkapi dan layak dikembangkan sebagai kerangka analisis untuk surah-surah lain dalam kajian iʻjāz Al-Qur'an.

Downloads

Published

2026-07-18