Peran Sarjana Pendidikan Agama Islam dalam Syiar Islam di Kabupaten Tebo
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v3i3.285Keywords:
Sarjana PAI, Syiar Islam, Peran Keagamaan, Kabupaten TeboAbstract
Penelitian ini mengkaji peran Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd.I) dalam syiar Islam di Kabupaten Tebo. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 18 informan meliputi alumni PAI, tokoh agama masyarakat, pengurus lembaga keagamaan desa, dan anggota masyarakat dilengkapi observasi non-partisipan dan analisis dokumentasi. Temuan mengidentifikasi lima peran utama yang dijalankan sarjana PAI dalam syiar Islam: (1) pendidik formal di sekolah dan madrasah mengajar PAI di sekolah negeri, madrasah, dan pesantren sambil menanamkan nilai-nilai Islam kepada generasi penerus; (2) pembimbing keagamaan non-formal memimpin kelompok tilawah Al-Quran (majelis taklim), pengajian, dan program pendidikan berbasis masjid di desa-desa; (3) pengelola masjid dan penyelenggara kegiatan keagamaan berperan sebagai takmir masjid, khatib Jumat, dan penyelenggara peringatan hari besar Islam; (4) pemimpin sosial-keagamaan komunitas memediasi konflik keluarga dan masyarakat melalui bimbingan Islam, mendampingi mualaf, dan mendukung program penanganan masalah sosial; dan (5) pendakwah Islam digital memanfaatkan platform media sosial untuk menyebarkan konten keislaman, materi pendidikan agama, dan narasi kontra-ekstremisme di ruang digital lokal. Penelitian menyimpulkan bahwa sarjana PAI merupakan sumber daya manusia keagamaan yang vital dan multifungsional, yang perannya jauh melampaui pengajaran formal di kelas, menjadi pilar peradaban Islam di kawasan non-industri Kabupaten Tebo. Namun, tantangan signifikan masih ada dalam menjaga motivasi dan kapasitas mereka, terutama terkait dukungan ekonomi yang terbatas, kesenjangan kompetensi digital, dan tidak adanya jalur karier terstruktur di luar profesi guru.









