Analisis Lokusi, Ilokusi dan Perlokusi dalam Film Lua-Lua Mbӧwӧ Sebua
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.508Abstract
Penelitian ini mengkaji penggunaan bahasa dalam film sebagai refleksi komunikasi dunia nyata melalui perspektif pragmatik. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis dimensi tindak tutur yang terdapat dalam dialog para tokoh film Lua-Lua Mbӧwӧ Sebua. Penelitian tentang aspek kebahasaan pada film ini masih sangat terbatas karena sebagian besar pengamat terdahulu lebih berfokus pada keindahan visual dan unsur budayanya, padahal kunci untuk memahami konflik cerita dan karakterisasi tokoh terletak pada kedalaman dialognya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam dialog antar-tokoh pada film tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik yang berlandaskan pada teori tindak tutur John Austin. Sumber data penelitian ini adalah objek visual dan audio dari film Lua-Lua Mbӧwӧ Sebua, sedangkan datanya berupa fragmen dialog atau tuturan antar-tokoh yang mengandung ketiga dimensi tindak tutur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan catat (transkripsi data). Keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi teori dan pengamatan mendalam secara berulang-ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog dalam film Lua-Lua Mbӧwӧ Sebua memiliki kekayaan makna pragmatis yang kuat. Tindak lokusi dalam film ini berfungsi menyampaikan informasi faktual, identitas, dan kondisi sosial. Tindak ilokusi didominasi oleh maksud tersirat (implikatur) seperti memohon secara halus, memerintah, berjanji, dan melakukan penolakan secara tidak langsung melalui media kiasan atau instrumen adat (seperti utang perak. Sementara itu, tindak perlokusi yang dihasilkan berhasil memicu efek psikologis yang mendalam (rasa sungkan, curiga, terikat utang budi, dan dilema) serta menggerakkan tindakan dramatis para tokoh, seperti kesepakatan perjodohan, penundaan keputusan, hingga terjadinya konflik domestik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi verbal dalam film ini mencerminkan sistem sosial dan nilai kultural tradisional Nias, di mana dialog sehari-hari digunakan sebagai strategi negosiasi dan pembangun plot cerita yang kompleks.









