Pengembangan Instrumen Tes Digital Berbasis Literasi Sains pada Materi Suhu dan Kalor Terintegrasi Kearifan Lokal Batik Bojonegoro
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.535Keywords:
Instrumen Tes Digital, Literasi Sains, Model Rasch, Suhu dan Kalor, Batik BojonegoroAbstract
Kemampuan literasi sains peserta didik perlu didukung oleh instrumen tes yang mampu mengukur kemampuan secara objektif dan kontekstual. Namun, instrumen berbasis literasi sains yang mengintegrasikan kearifan lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes digital berbasis literasi sains pada materi suhu dan kalor dengan mengintegrasikan kearifan lokal pembuatan batik Bojonegoro serta menganalisis kualitas dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Kelayakan instrumen dianalisis melalui validitas logis, Percentage of Agreement (PoA), dan respons peserta didik, sedangkan kualitas instrumen dianalisis menggunakan Model Rasch melalui parameter item fit, reliability, separation index, dan item difficulty. Efektivitas instrumen ditinjau berdasarkan profil kemampuan literasi sains peserta didik menggunakan person measure dan Wright Map. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memenuhi aspek kelayakan, memiliki kualitas pengukuran yang baik berdasarkan analisis Model Rasch, serta mampu memetakan profil kemampuan literasi sains peserta didik secara objektif. Instrumen yang dikembangkan berpotensi menjadi alternatif asesmen literasi sains berbasis digital yang kontekstual pada pembelajaran fisika.









