Krisis Ekosistem Perairan di Merauke: Strategi Pengelolaan Berbasis Kearifan Lokal dan Data Spasial: Studi Kasus di Kampung Yanggandur, Distrik Sota
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v2i2.136Kata Kunci:
Aquatic Ecosystem Crisis, Local Wisdom, Spatial Data, Sustainable Management, Water Resources ConservationAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis kerusakan ekosistem perairan di Kampung Yanggandur, Distrik Sota, Merauke, serta mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat Marind dalam pengelolaan sumber daya perairan. Selain itu, penelitian ini merumuskan strategi pengelolaan berkelanjutan yang mengintegrasikan teknologi spasial dan kearifan lokal secara partisipatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan rancangan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, analisis citra satelit (Landsat dan Sentinel), serta kajian dokumen terkait. Analisis data kualitatif menggunakan teknik tematik dengan bantuan NVivo, sedangkan data spasial diolah dengan perangkat lunak GIS (QGIS dan ArcGIS). Triangulasi sumber dan metode diterapkan untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan luas badan air dan kualitas ekosistem perairan akibat tekanan antropogenik dan perubahan penggunaan lahan. Kearifan lokal masyarakat adat Marind terbukti efektif dalam menjaga kelestarian sumber daya, meski menghadapi tantangan modernisasi. Pemetaan spasial memberikan gambaran zonasi kritis yang mendukung pengambilan keputusan pengelolaan yang lebih tepat dan partisipatif. Studi ini merekomendasikan sinergi antara kearifan lokal dan teknologi spasial sebagai strategi utama pengelolaan berkelanjutan ekosistem perairan di Merauke. Pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas teknologi menjadi faktor kunci dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya perairan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi kebijakan pengelolaan sumber daya alam di wilayah adat yang memiliki nilai ekologis dan budaya tinggi.







