PENYALAHGUNAAN KEKUASAAN DALAM NOVEL ANIMAL FARM KARYA GEORGE ORWELL DAN NEGERI PARA BEDEBAH KARYA TERE LIYE: KAJIAN SASTRA BANDINGAN
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v3i2.207Kata Kunci:
Penyalahgunaan Kekuasaan, Sastra Perbandingan, Sosiologi Sastra, Animal Farm, Negeri Orang MatiAbstrak
Penyalahgunaan kekuasaan merupakan fenomena sosial yang sering direfleksikan dalam karya sastra sebagai bentuk kritik terhadap realitas kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam novel Animal Farm karya George Orwell dan novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan pendekatan sastra bandingan dengan kerangka analisis sosiologi sastra Alan Swingewood, yang memandang sastra sebagai cermin sosial dan sarana pemahaman struktur masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan signifikan pada kedua novel dalam hal manipulasi hukum, penggunaan propaganda, serta pengkhianatan terhadap idealisme demi kepentingan elit penguasa. Perbedaan mendasar ditemukan pada konteks sosiologisnya: Animal Farm merepresentasikan penyalahgunaan kekuasaan dalam sistem totalitarianisme berbasis revolusi fisik, sedangkan Negeri Para Bedebah menggambarkan penyalahgunaan kekuasaan dalam sistem kapitalisme modern melalui manipulasi ekonomi dan jaringan politik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa meskipun ditulis dalam latar waktu dan budaya yang berbeda, kedua novel ini sama-sama mengkritik bagaimana kekuasaan yang tanpa kontrol cenderung menjadi alat opresi yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan.







