Scoping Review: Pemetaan Intervensi Psikologis untuk Meningkatkan Regulasi Emosi pada Anak ADHD di Indonesia

Penulis

  • Aisyah Ajeng W Universitas Paramadina
  • Ditta Kristina Putri Universitas Paramadina
  • Charida Rifanira R Universitas Paramadina
  • Yasier Ambar Utama Universitas Paramadina
  • Eka Astuti Universitas Paramadina

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.263

Kata Kunci:

ADHD, Regulasi Emosi, Intervensi Psikologis, Anak, Scoping Review, Indonesia

Abstrak

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) tidak hanya ditandai oleh gangguan perhatian dan hiperaktivitas, tetapi juga oleh defisit regulasi emosi yang berkontribusi signifikan terhadap kesulitan sosial dan emosional anak. Di Indonesia, bukti empiris mengenai intervensi psikologis yang secara spesifik menargetkan regulasi emosi pada anak ADHD masih tersebar dan belum dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan jenis intervensi psikologis, karakteristik pelaksanaan, serta kesenjangan penelitian terkait regulasi emosi pada anak ADHD di Indonesia melalui pendekatan scoping review. Scoping review ini mengikuti kerangka Arksey dan O’Malley yang disempurnakan oleh Levac et al. serta pedoman PRISMA-ScR. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar dan portal Garuda terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode 2015–2025. Dari total 420 catatan awal, lima studi memenuhi kriteria inklusi, terdiri atas desain quasieksperimental, studi kasus tunggal, kualitatif, dan tinjauan literatur. Intervensi yang teridentifikasi meliputi digital therapeutic berbasis pelatihan regulasi diri, terapi bermain, Cognitive Behavioral Therapy (CBT), intervensi perilaku berbasis permainan di sekolah, serta parent training. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa seluruh intervensi melaporkan dampak positif terhadap regulasi emosi anak ADHD, terutama pada aspek kontrol impuls, pengelolaan emosi marah, dan peningkatan respons emosional adaptif. Namun, bukti yang tersedia masih didominasi oleh desain dengan ukuran sampel kecil, heterogenitas instrumen pengukuran regulasi emosi, serta keterbatasan evaluasi jangka panjang. Temuan ini menegaskan perlunya penelitian lanjutan dengan desain metodologis yang lebih kuat dan terstandarisasi untuk mendukung pengembangan intervensi berbasis bukti dalam konteks layanan psikologis dan pendidikan inklusif di Indonesia.

Diterbitkan

2026-05-18