Pengaruh Budaya Akademik terhadap Kemandirian Belajar Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di STIT Al-Falah Rimbo Bujang
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v1i2.271Kata Kunci:
Budaya Akademik, Kemandirian Belajar, Mahasiswa PAI, STIT Al-Falah Kabupaten TeboAbstrak
Penelitian ini mengkaji pengaruh budaya akademik terhadap kemandirian belajar mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) di STIT Al-Falah Rimbo Bujang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, data dikumpulkan dari 86 mahasiswa PAI aktif (angkatan 2021–2023) melalui angket skala Likert. Budaya akademik diukur pada empat dimensi: budaya rasa ingin tahu intelektual, budaya belajar kolaboratif, budaya berpikir kritis, dan budaya integritas akademik berbasis nilai Islam. Kemandirian belajar diukur melalui lima indikator: inisiatif dalam belajar, motivasi intrinsik, disiplin manajemen waktu, kebiasaan evaluasi diri, dan pemanfaatan sumber belajar yang beragam. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh positif dan signifikan budaya akademik terhadap kemandirian belajar (r = 0,671; R² = 0,450; t-hitung = 8,37 > t-tabel = 1,989; p = 0,000). Ini berarti 45,0% varian kemandirian belajar dijelaskan oleh budaya akademik. Dimensi prediktor terkuat adalah budaya integritas akademik berbasis nilai Islam (β = 0,412). Temuan ini mengonfirmasi bahwa budaya akademik yang positif dan berlandaskan nilai-nilai Islam merupakan determinan signifikan kemandirian belajar mahasiswa, khususnya dalam konteks perguruan tinggi keagamaan Islam di kawasan non-industri seperti Kabupaten Tebo.









