Strategi Internalisasi Nilai-Nilai Keislaman dalam Membentuk Karakter Religius Mahasiswa PAI di STIT Al-Falah Rimbo Bujang Dina Mutiah Rozalina1, Muharomah Dwi Saputri2, Javrina Wulan Sari3
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v2i3.276Kata Kunci:
Internalisasi Nilai Keislaman, Karakter Religius, Mahasiswa PAI, STIT Al-FalahAbstrak
Penelitian ini mengkaji strategi internalisasi nilai-nilai keislaman dalam membentuk karakter religius mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) di STIT Al-Falah Rimbo Bujang. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 14 informan (pimpinan lembaga, dosen, dan mahasiswa), observasi non-partisipan terhadap kegiatan keagamaan kampus, serta analisis dokumentasi peraturan akademik, silabus, dan laporan kegiatan kemahasiswaan. Temuan mengungkapkan empat strategi internalisasi utama: (1) integrasi berbasis pembelajaran transformatif—penanaman nilai-nilai Islam dalam setiap silabus matakuliah melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, reflektif, dan experiential; (2) program pembiasaan religius terstruktur—meliputi shalat dhuha berjamaah harian, klub tahfidz Al-Quran, halaqah kajian Islam, dan kegiatan pengabdian masyarakat bernilai dakwah; (3) pemodelan uswah hasanah oleh dosen—di mana civitas akademik dosen menjadi teladan karakter religius dalam interaksi kampus sehari-hari; dan (4) rekayasa lingkungan budaya kampus Islami—menciptakan lingkungan fisik dan sosial yang secara berkelanjutan memperkuat nilai-nilai Islam melalui norma kelembagaan, signage, dan ekspektasi komunitas. Penelitian mengidentifikasi bahwa integrasi nilai-nilai pesantren dengan norma pendidikan tinggi merupakan keunggulan kompetitif khas STIT Al-Falah dalam membentuk karakter religius mahasiswa, khususnya dalam konteks Kabupaten Tebo sebagai masyarakat dengan tradisi sosial keislaman yang kuat.









