Analisis Historis Perkembangan Manajemen Mutu dan Kontribusi Tokoh-Tokoh Mutu Terhadap Pendidikan
Analisis Historis Perkembangan Manajemen Mutu dan Kontribusi Tokoh-Tokoh Mutu Terhadap Pendidikan
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.300Kata Kunci:
Manajemen Mutu, Total Quality Management, Tokoh Mutu, Mutu Pendidikan, Pendidikan Berkualitas.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah perkembangan manajemen mutu, tokoh-tokoh dalam pengembangan manajemen mutu, serta tokoh mutu pendidikan dan pemikirannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen akademik yang relevan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen mutu berkembang dari konsep inspeksi sederhana menuju Total Quality Management (TQM) yang menekankan perbaikan berkelanjutan dan keterlibatan seluruh anggota organisasi. Tokoh-tokoh awal seperti Frederick W. Taylor dan Walter A. Shewhart berkontribusi dalam pengembangan efisiensi kerja dan pengendalian kualitas statistik. Selanjutnya, tokoh-tokoh modern seperti W. Edwards Deming, Joseph M. Juran, dan Philip B. Crosby mengembangkan konsep mutu melalui siklus PDCA, Juran Trilogy, dan zero defects. Dalam bidang pendidikan, Edward Sallis menekankan pentingnya budaya mutu dan kepuasan pelanggan pendidikan dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan manajemen mutu dalam pendidikan sangat penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Pemikiran para tokoh mutu menjadi landasan konseptual dalam pengembangan mutu pendidikan di era modern.
Kata Kunci: manajemen mutu, total quality management, tokoh mutu, mutu pendidikan, pendidikan berkualitas.









