Ketaksaan Makna Dalam Acara Waktu Indonesia Bercanda
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.305Kata Kunci:
Semantik, Ketaksaan Makna, Waktu Indonesia BercandaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis-jenis ketaksaan makna dalam acara Waktu Indonesia Bercanda dan (2) relasi makna dalam acara Waktu Indonesia Bercanda tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semantik dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri dan mengunduh video, menonton dan menyimak tayangan, mengidentifikasi data, serta mencatat data yang mengandung ketaksaan makna. Teknik analisis data dilakukan dengan identifikasi data, mengklasifikasikan data yang telah dicatat, menganalisis data berdasarkan teori semantik Ullmann, dan menarik kesimpulan dari hasil analisis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan semantik dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri dan mengunduh video, menonton dan menyimak tayangan, mengidentifikasi data, serta mencatat data yang mengandung ketaksaan makna. Teknik analisis data dilakukan dengan identifikasi data, mengklasifikasikan data yang telah dicatat, menganalisis data berdasarkan teori semantik Ullmann, dan menarik kesimpulan dari hasil analisis. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa jenis-jenis ketaksaan makna yang terdapat 21 ketaksaan makna dalam acara Waktu Indonesia Bercanda meliputi tiga kategori utama, yaitu 3 ketaksaan fonetik, 7 ketaksaan gramatikal, dan 11 ketaksaan leksikal. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan adanya relasi makna yang muncul dalam tuturan pada acara tersebut, yang mencakup 6 sinonimi, 3 antonimi, 5 polisemi dan 2 ambiguitas. Kesimpulan Ketaksaan makna muncul ketika suatu kata, frasa, atau kalimat memiliki lebih dari satu kemungkinan penafsiran sehingga menimbulkan perbedaan pemahaman antara penutur dan pendengar.









