Dampak Ketergantungan Penggunaan Artificial Intellegence terhadap Kemandirian Berpikir Kritis pada Mahasiswa
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.383Kata Kunci:
Berpikir Kritis, Ketergantungan AI, Kemandirian, MahasiswaAbstrak
Penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang masif di kalangan akademik berpotensi memicu degradasi kognitif jika terjadi ketergantungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ketergantungan penggunaan aplikasi AI terhadap kemandirian berpikir kritis mahasiswa di era digital. Melalui metode tinjauan pustaka sistematis dengan pendekatan meta-sintesis, studi ini mengintegrasikan data dari enam jurnal ilmiah kontemporer nasional. Secara keseluruhan, literatur yang dikaji mencakup sampel agregat lebih dari 360 mahasiswa aktif dari berbagai disiplin ilmu. Evaluasi data sekunder ini bertumpu pada temuan berbasis Structural Equation Modeling (LISREL), Moderated Regression Analysis (MRA), serta Paired Sample T-Test yang mengadopsi indikator kecenderungan berpikir kritis Facione. Hasil sintesis menunjukkan adanya dualisme dampak yang nyata. Pada satu sisi, operasionalisasi AI secara reflektif terbukti mengakselerasi efisiensi belajar (t=11.16) dan ketajaman analisis (t=10.077) dengan ukuran efek yang sangat besar (Cohen’s d=1.425). Meski demikian, ketika interaksi tersebut berubah menjadi dependensi psikologis yang tinggi (berada pada skor rata-rata 7 dari 10), terjadi penurunan drastis pada kebiasaan membaca mendalam (deep reading) hingga 75%, erosi motivasi belajar mandiri sebesar 40%, serta peningkatan kompromi akademis berupa perasaan bersalah (feeling of cheating). Studi ini juga mengidentifikasi literasi digital sebagai variabel moderator yang mampu meredam kecenderungan mahasiswa untuk bersandar pada luaran instan teknologi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa ketergantungan AI berkorelasi langsung pada reduksi nalar kritis mandiri, sehingga menuntut adanya regulasi pemanfaatan teknologi yang berorientasi etis di perguruan tinggi.









