Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kebahagiaan Mahasiswa Rantau dan Implikasinya terhadap Bimbingan dan Konseling
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.387Kata Kunci:
Dukungan Keluarga, Kebahagiaan, Mahasiswa RantauAbstrak
Mahasiswa yang merantau untuk menempuh pendidikan tinggi sering menghadapi berbagai tantangan, seperti
kesulitan beradaptasi, tuntutan akademik, dan rasa rindu kepada keluarga yang dapat memengaruhi kebahagiaan
mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kebahagiaan
mahasiswa rantau Program Studi Bimbingan dan Konseling serta implikasinya terhadap Program Studi
Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional.
Populasi penelitian berjumlah 441 mahasiswa dengan sampel sebanyak 82 mahasiswa yang dipilih menggunakan
teknik stratified random sampling tidak proporsional. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert dan
dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan
positif dan signifikan antara dukungan keluarga dengan kebahagiaan mahasiswa rantau, sehingga H₀ ditolak dan
Hₐ diterima. Artinya, semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan
mahasiswa rantau. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan layanan Bimbingan dan
Konseling untuk mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa rantau. Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan keluarga dengan kebahagiaan mahasiswa rantau
Program Studi Bimbingan dan Konseling.









