Strategi Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Pergaulan Bebas pada Peserta Didik di SMK Negeri 1 Kotamobagu
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.402Kata Kunci:
Strategi Guru BK, Pergaulan Bebas, Peserta Didik TerdiriAbstrak
Fenomena pergaulan bebas menjadi salah satu persoalan sosial yang kerap dijumpai di kalangan peserta didik dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap perkembangan personal, sosial, maupun akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang diterapkan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani pergaulan bebas pada peserta didik di SMK Negeri 1 Kotamobagu serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian mencakup guru BK, wali kelas, kepala sekolah, serta siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa strategi guru BK dalam mengatasi pergaulan bebas dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yaitu preventif, kuratif, dan kolaboratif. Pendekatan preventif diwujudkan melalui layanan bimbingan klasikal, kegiatan sosialisasi, serta program sekolah; pendekatan kuratif dilakukan melalui identifikasi permasalahan, konseling individual, dan pemantauan secara berkelanjutan; sementara pendekatan kolaboratif dilaksanakan melalui kerja sama dengan wali kelas, orang tua, dan pihak sekolah. Faktor pendukung mencakup terjalinnya kerja sama yang baik antarkomponen sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi pengaruh lingkungan pergaulan, media sosial, serta rendahnya tingkat kesadaran peserta didik. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan peserta didik dalam upaya mencegah serta mengatasi pergaulan bebas.









