Dinamika Lembaga Pendidikan Islam Era Imperium Mughal
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.419Kata Kunci:
Pendidikan Islam, Dinasti Mughal, Dars-i-Nizami, Integrasi IlmuAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren lembaga pendidikan Islam pada era Dinasti Mughal di India (1526-1857 M) serta relevansinya terhadap pengembangan pendidikan Islam kontemporer di Indonesia. Dinasti Mughal dikenal sebagai puncak peradaban intelektual di Asia Selatan yang berhasil mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu rasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi historis-fenomenologis melalui teknik analisis konten terhadap berbagai literatur primer dan sekunder terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan Mughal didorong oleh tiga faktor utama yaitu penerapan kurikulum Dars-i-Nizami yang menekankan pada logika (mantiq) dan filsafat (hikmah), sistem patronase negara melalui hibah tanah (Madad-i-Ma’ash), serta penggunaan bahasa Persia sebagai media unifikasi intelektual. Analisis interkonektif melalui lensa sosiologi Ibnu Khaldun dan epistemologi Tauhidul ‘Ulum mengungkap bahwa pendidikan Mughal berfungsi sebagai instrumen pembangunan negara (state-building) yang efektif dalam menjaga stabilitas sosiopolitik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model integrasi ilmu dan kemandirian ekonomi lembaga era Mughal sangat relevan untuk diadaptasi dalam sistem madrasah dan pesantren di Indonesia, khususnya dalam upaya memperkuat nalar kritis siswa serta menjamin otonomi institusi melalui kebijakan Dana Abadi Pesantren.









