Students' Speaking Anxiety of Learning English Speaking Skills at Grade X of SMA Swasta Daerah Kisaran

Penelitian

Penulis

  • Syaipullah Akbar Sinaga Universitas Asahan, Kisaran, Sumatera Utara, Indonesia
  • YenYen Kezia Agustin Universitas Asahan, Kisaran, Sumatera Utara, Indonesia
  • Annisa Zahra Universitas Asahan, Kisaran, Sumatera Utara, Indonesia
  • Nabilah Amelia Putri Universitas Asahan, Kisaran, Sumatera Utara, Indonesia
  • Wan Ririn Aulya Putri Universitas Asahan, Kisaran, Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.457

Kata Kunci:

Speaking Anxiety, EFL, Foreign Language Classroom Anxiety, Individual Presentation, Speaking Skills

Abstrak

Penelitian ini mengkaji kecemasan berbicara (speaking anxiety) siswa dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Inggris di kelas X SMA Swasta Daerah Kisaran. Kecemasan berbicara merupakan hambatan psikologis umum yang menghambat performa lisan siswa dalam konteks bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mengidentifikasi penyebab dominan kecemasan berbicara, mendeskripsikan strategi koping yang digunakan siswa, serta menganalisis korelasi antara tingkat kecemasan dan kelancaran berbicara selama presentasi individu. Data dikumpulkan melalui kuesioner Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS), wawancara semi-terstruktur, dan observasi kelas terhadap 15 siswa kelas X yang dipilih secara privat/purposif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 40% partisipan menunjukkan tingkat kecemasan tinggi (skor 8-10 pada skala kecemasan). Faktor internal dominan adalah takut membuat kesalahan, yang mempengaruhi 10 dari 15 siswa. Faktor eksternal seperti tekanan teman sebaya, tatapan penonton, dan ketakutan akan evaluasi negatif secara signifikan meningkatkan kecemasan siswa. Hasil ini selaras dengan kerangka FLCAS Horwitz et al. (1986) yang mencakup kecemasan komunikasi, kecemasan tes, dan ketakutan akan evaluasi negatif. Penelitian ini merekomendasikan agar guru bahasa Inggris mengadopsi metode interaktif berisiko rendah, mengurangi umpan balik korektif langsung, dan menumbuhkan budaya kelas yang mendukung.

Diterbitkan

2026-08-04