Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Berdasarkan Gaya Belajar untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa di Kelas III Sekolah Dasar
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.526Kata Kunci:
pembelajaran berdiferensiasi, gaya belajar, kemampuan berhitung, matematika, sekolah dasarAbstrak
Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi kendala karena perbedaan karakteristik belajar siswa sering kali belum menjadi dasar dalam penyusunan strategi pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan berhitung siswa belum berkembang secara optimal sehingga diperlukan pendekatan yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar setiap peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar dalam meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas III SD Negeri 22 Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design yang melibatkan 30 siswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik gaya belajar, observasi, pretest, dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar auditori merupakan karakteristik yang paling dominan, diikuti visual dan kinestetik. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi meningkatkan kemampuan berhitung pada seluruh kelompok gaya belajar dengan peningkatan tertinggi pada kelompok auditori. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (<0,05), yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan gaya belajar efektif meningkatkan kemampuan berhitung serta mendukung terciptanya proses pembelajaran matematika yang lebih adaptif, bermakna, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik di sekolah dasar.









