Disfungsi Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan dan Masa Depan Anak di Timika (Kajian Pendidikan Agama Kristen di Desa Mapurjaya)

Penelitian

Penulis

  • Felani Soplanit Institut Agama Kristen Negeri Ambon
  • Selderika Patty Institut Agama Kristen Negeri Ambon
  • Meike Albertina Nenete Institut Agama Kristen Negeri Ambon
  • Sephliano Sahureka Institut Agama Kristen Negeri Ambon

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.548

Kata Kunci:

Disfungsi Peran Orang Tua, Pendidikan Anak, Pendidikan Agama Kristen

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disfungsi peran orang tua terhadap pendidikan dan masa depan anak dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen di Desa Mapurjaya, Kabupaten Mimika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, meliputi orang tua, anak, tokoh agama, guru, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang dipadukan dengan analisis Spradley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disfungsi peran orang tua lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kesibukan bekerja, keterbatasan waktu, kondisi ekonomi, serta keterbatasan kemampuan dalam mendampingi proses belajar. Meskipun demikian, orang tua tetap berupaya memenuhi tanggung jawabnya melalui pemberian motivasi, perhatian, pemenuhan kebutuhan pendidikan, serta pembinaan karakter dan iman. Penelitian ini juga menegaskan bahwa keluarga merupakan pusat pendidikan pertama dalam Pendidikan Agama Kristen sehingga optimalisasi peran orang tua memerlukan sinergi yang berkelanjutan antara keluarga, gereja, dan sekolah guna mendukung pendidikan, pembentukan karakter Kristiani, dan masa depan anak.

Diterbitkan

2026-07-30