Analisis Hermeneutika Schleiermacher Terhadap Puisi "Tak Harus Sedarah untuk Menjadi Saudara" Karya Eko Saputra Poceratu

Penelitian

Penulis

  • Felani Soplanit Institut Agama Kristen Negeri Ambon

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.554

Kata Kunci:

Hermeneutika Schleiermacher, Persaudaraan Universal, Puisi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna puisi Tak Harus Sedarah untuk Menjadi Saudara karya Eko Saputra Poceratu dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Friedrich Schleiermacher. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh dari teks puisi sebagai data primer serta wawancara mendalam dengan penyair, didukung oleh berbagai literatur tentang hermeneutika dan kritik sastra. Analisis dilakukan melalui interpretasi gramatikal terhadap unsur kebahasaan, seperti diksi, gaya bahasa, struktur kalimat, dan makna tekstual, serta interpretasi psikologis untuk memahami latar pemikiran, pengalaman, dan intensi pengarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini mengonstruksi makna persaudaraan universal melalui penggunaan diksi sederhana, metafora, repetisi, dan pertanyaan retoris yang memperkuat kritik terhadap diskriminasi berdasarkan agama, suku, asal daerah, dan status sosial. Secara psikologis, puisi merefleksikan kepedulian penyair terhadap realitas ketidakadilan sosial, intoleransi, dan ketimpangan pembangunan, khususnya yang dialami masyarakat di Indonesia Timur. Integrasi kedua bentuk interpretasi menghasilkan pemahaman bahwa persaudaraan sejati dibangun atas dasar kasih sayang, keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan solidaritas dalam keberagaman. Penelitian ini memperkaya penerapan hermeneutika Schleiermacher dalam kajian sastra Indonesia kontemporer sekaligus menegaskan relevansi nilai-nilai kemanusiaan bagi kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Diterbitkan

2026-08-11