Kurikulum Berbasis Cinta: Landasan, Konsep dan Implementasinya di Madrasah Ibtidaiyah
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v3i3.565Kata Kunci:
Kurikulum berbasis Cinta, konsep KBC, implementasi KBCAbstrak
Perkembangan zaman tentunya juga menuntut perkembangan dalam system Pendidikan. Ini sebagai respon dari dampak perkembangan zaman itu sendiri, seperti perubahan pola perilaku individu hingga permasalahan moral dan karakter anak bangsa dewasa ini. Dalam merespon hal ini, Kemenag RI pada 2024 memperkenalkan konsep kurikulum berbasis cinta (KBC). Tulisan ini berusaha menjelaskan KBC ini dalam aspek landasan, konsep, dan implementasinya di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menjelaskan dirancang sebagai strategi jangka panjang untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki empati, toleransi, dan jiwa kebangsaan yang kuat. Landasan KBC ini meliputi landasan filosofis (Pancasila), landasan sosiologis, dan landasan psikopedagogis. Dalam konsepnya, KBC disusun dalam lima topik yang mewakili tiga bagian, yaitu sumber cinta, tanda cinta, dan tali cinta. Ketiga bagian ini kemudian dijabarkan ke dalam lima topik cinta, yang dikenal dengan panca cinta, yaitu cinta Allah Swt. dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air. Implementasi KBC di Madrasah ini dilakukan dengan memasukkan topik cinta ke dalam elemen-elemen kurikulum yang ada di madrasah, seperti dalam proses pembelajaran, dalam perencanaan pembelajaran, dalam proses evaluasi, juga dalam kehidupan sehari-hari di madrasah itu sendiri seperti pembiasaan atau keteladanan dari guru. KBC ini dapat diterapkan pada kegiatan pembelajaran (intrakurikuler) yang diintegrasikan dalam materi atau Langkah pembelajaran, kegiatan kokurikuler misalnya dengan kegiatan outing ataupun proyek tentang topik cinta, kegiatan ekstrakurikuler seperti adanya kegiatan hadrah, serta dapat pula diterapkan dalam iklim/budaya madrasah seperti pembiasaan shalat dhuha.









