Kemampuan Mengenali Emosi pada Anak Sekolah Dasar sebagai Landasan bagi Perkembangan Sosial-Emosional: Perspektif Fenomenologis dari Dusun Benyo

Penelitian

Penulis

  • Anifa Tuzzuhroh Nurbaiti Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Titis Nurhidayati Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.577

Kata Kunci:

Anak Usia Sekolah Dasar, Fenomenologi, Kecerdasan Emosional, Mengenali Emosi

Abstrak

Kemampuan mengenali ekspresi emosi merupakan aspek krusial dalam perkembangan sosial dan emosional anak usia sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman anak-anak berusia 10–12 tahun di Dusun Benyo terkait pengenalan dan penafsiran berbagai ekspresi emosi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pendekatan kualitatif yang menggunakan Analisis Fenomenologis Interpretatif diterapkan dalam penelitian ini. Partisipan dipilih secara purposif hingga tercapai kejenuhan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak mahir mengenali emosi dasar seperti kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan. Namun, mereka masih kesulitan membedakan emosi yang lebih kompleks, seperti rasa malu, kekecewaan, kecemasan, dan kebingungan. Lingkungan keluarga dan budaya pedesaan berperan penting dalam membentuk pemahaman serta pengelolaan emosi anak-anak tersebut. Selain itu, penggunaan alat bantu visual khususnya papan emosi yang memfasilitasi kemampuan anak-anak dalam mengekspresikan pengalaman emosional mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan mengenali emosi berkembang secara bertahap dan dipengaruhi oleh interaksi sosial, pola komunikasi keluarga, serta konteks budaya tempat anak-anak tumbuh dan berkembang.

Diterbitkan

2026-08-06