Identifikasi Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika: Studi Kasus Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

Penulis

  • Rafiyono Universitas Nurul Jadid
  • Shofia Hidayah Universitas Nurul Jadid

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.637

Kata Kunci:

kesulitan siswa, pemecahan masalah, Polya, soal cerita, SPLDV.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kraksaan tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak 31 siswa mengikuti tes soal cerita SPLDV, kemudian dipilih tiga subjek penelitian yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan hasil tes untuk diwawancarai secara mendalam. Teknik pengumpulan data meliputi tes dan wawancara, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV terjadi pada setiap tahapan pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil. Siswa dengan kemampuan tinggi umumnya mampu menyelesaikan seluruh tahapan dengan baik, meskipun masih melakukan kesalahan kecil yang tidak memengaruhi hasil akhir. Siswa dengan kemampuan sedang mengalami kesulitan dalam menyusun model matematika dan melakukan perhitungan secara tepat, sedangkan siswa dengan kemampuan rendah mengalami kesulitan pada hampir seluruh tahapan, terutama dalam memahami informasi pada soal, menentukan variabel, menyusun model matematika, serta menarik kesimpulan. Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut meliputi rendahnya pemahaman konsep SPLDV, kurangnya kemampuan menerjemahkan soal cerita ke dalam model matematika, rendahnya ketelitian dalam perhitungan, serta kurangnya kebiasaan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan pemodelan matematika, dan keterampilan pemecahan masalah siswa.

Diterbitkan

2026-08-10