Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Open Ended Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI di SMA Negeri 1 Peusangan
DOI:
https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.657Kata Kunci:
problem based learning, open ended learning, kemampuan berpikir kritis, materi indeks harga dan inflasiAbstrak
Kemampuan berpikir kritis merupakan proses berpikir secara intelektual mencari, menganalisis, dan mengevaluasi informasi dari pengamatan atau pengalaman kemudian menggunakannya untuk bertindak serta merumuskan suatu kesimpulan. Rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik merupakan sebuah permasalahan pendidikan, salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis yaitu dengan memilih model pembelajaran yang tepat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah open ended learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI di SMA N1 Peusangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penilitian yang digunakan adalah quasi eksperimen desain. Sampel dalam penilitian ini adalah siswa kelas XI2 dengan jumlah 30 siswa sebagai kelas kontrol dan siswa kelas XI3 dengan jumlah 30 siswa sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis hipotesis menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah open ended learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas XI di SMA N 1 Peusangan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengujian signifikan nilai yang diperoleh nilai Sig < a yaitu 0,013 < 0,05. Artinya Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan Model Pembelajaran berbasis masalah open ended learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Model pembelajaran berbasis masalah open ended learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 11,27% daripada pembelajaran konvesional.









