Krisis Otoritas Pengetahuan dalam Pendidikan Digital: Sebuah Telaah Epistemologis

Penulis

  • Mufiq UIN Salatiga, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.675

Abstrak

Transformasi digital tidak hanya mengubah media pendidikan, tetapi juga struktur epistemik yang mengatur bagaimana pengetahuan diproduksi, didistribusikan, divalidasi, dan dipercaya. Artikel konseptual-filosofis ini menelaah krisis otoritas pengetahuan dalam pendidikan digital melalui perspektif epistemologi sosial. Analisis dilakukan secara purposif terhadap karya fondasional mengenai otoritas epistemik, kesaksian, ketergantungan epistemik, ketidakadilan epistemik, dan kognisi epistemik, serta kajian kontemporer mengenai algoritma, misinformasi, kecerdasan buatan generatif, kepercayaan epistemik, dan agensi epistemik. Hasil analisis menunjukkan bahwa persoalan utama pendidikan digital telah bergeser dari kelangkaan informasi menuju ketidakpastian mengenai sumber mana yang layak memperoleh kepercayaan epistemik. Mesin pencari, media sosial, algoritma, dan AI generatif memperluas akses informasi, tetapi sekaligus memfragmentasi otoritas dan mengaburkan perbedaan antara visibilitas, popularitas, kefasihan, keahlian, dan kebenaran. Artikel ini menawarkan konsep Reflective Epistemic Authority sebagai rekonstruksi otoritas guru yang bertumpu pada kompetensi, justifikasi, transparansi, verifikasi, refleksivitas, dan dialog. Model ini menempatkan guru sebagai pembimbing epistemik dan peserta didik sebagai agen epistemik. Karena itu, literasi digital perlu diperluas menuju literasi epistemik, yaitu kemampuan mengevaluasi sumber, bukti, alasan, kredibilitas, serta kondisi ketika kepercayaan perlu diberikan, dipertanyakan, atau direvisi.

Diterbitkan

2026-08-28