Konsep Konsumsi dan Produksi Energi Dunia dan Indonesia Serta Menganalisis Keterkaitannya dengan Emisi Gas Rumah Kaca

Penelitian

Penulis

  • Bonaraja Purba Universitas Negeri Medan
  • Josua Free Adiel Siahaan Universitas Negeri Medan
  • M Faiz Syahputra Sihotang Universitas Negeri Medan
  • Syamsir Amir Yasir Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i2.701

Kata Kunci:

Konsumsi Energi, Produksi Energi, Energi Fosil, Energi Terbarukan, Emisi Gas Rumah Kaca

Abstrak

Energi merupakan salah satu input utama dalam kegiatan ekonomi karena digunakan dalam produksi, transportasi, rumah tangga, perdagangan, dan berbagai aktivitas sosial. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, urbanisasi, serta peningkatan kebutuhan listrik mendorong konsumsi energi dunia dan Indonesia terus berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep konsumsi dan produksi energi, menggambarkan perkembangan energi dunia dan Indonesia, serta menganalisis keterkaitannya dengan emisi gas rumah kaca. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan dengan memanfaatkan data dan laporan dari International Energy Agency, Energy Institute, pemerintah Indonesia, serta literatur ekonomi dan lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pertumbuhan kebutuhan energi masih banyak dipenuhi oleh bahan bakar fosil, terutama minyak, gas alam, dan batu bara. Pada 2024, total pasokan energi dunia mencapai rekor baru dan seluruh sumber energi utama mengalami peningkatan, sementara emisi CO2 terkait energi juga mencapai tingkat tertinggi. Indonesia memiliki posisi penting sebagai produsen energi fosil, khususnya batu bara, tetapi pada saat yang sama menghadapi peningkatan kebutuhan energi domestik. Hubungan antara energi dan emisi tidak bersifat sederhana karena dipengaruhi oleh jenis energi, teknologi produksi, efisiensi, struktur ekonomi, dan perubahan bauran energi. Peningkatan energi terbarukan dan efisiensi energi dapat membantu menekan intensitas emisi, tetapi proses transisi membutuhkan investasi, infrastruktur, dan kebijakan yang konsisten.

Diterbitkan

2026-10-06