Implementasi Program Menabung Sampah Menjadi Emas di Kota Medan Melalui Bank Sampah Induk New Normal

Penulis

  • Giofany Gurusinga Universitas Sumatera Utara
  • Franklin Asido Rossevelt Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i2.711

Kata Kunci:

Implementasi, Pengelolaan Sampah, Program Menabung Sampah Menjadi Emas, Bank Sampah, Kota Medan.

Abstrak

Pengelolaan sampah telah menjadi tantangan lingkungan yang signifikan akibat pertumbuhan penduduk, perubahan pola konsumsi, dan meningkatnya volume sampah rumah tangga. Untuk mengatasi permasalahan tersebut sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan bekerja sama dengan Pegadaian dan Bank Sampah Induk New Normal mengimplementasikan Program Menabung Sampah Menjadi Emas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program tersebut di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Pegadaian, Bank Sampah Induk New Normal, serta masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang terdiri atas komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program telah berjalan cukup baik. Komunikasi telah dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi, meskipun pemahaman masyarakat masih belum merata. Program ini didukung oleh sumber daya manusia, sarana, prasarana, dan kapasitas kelembagaan yang memadai, namun partisipasi masyarakat masih relatif rendah. Pelaksana program menunjukkan komitmen yang positif, meskipun sebagian masyarakat belum terbiasa memilah sampah dan masih menganggap manfaat ekonominya terbatas. Selain itu, struktur birokrasi didukung oleh pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang efektif antar pemangku kepentingan. Secara keseluruhan, Program Menabung Sampah Menjadi Emas dapat dikatakan cukup berhasil, meskipun peningkatan sosialisasi dan partisipasi masyarakat masih diperlukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program dan mencapai tujuannya secara lebih efektif.

Diterbitkan

2026-10-15