Transformasi Digital dalam Pendidikan Islam: Tantangan, Peluang, dan Reformasi Kebijakan Masa Depan

Authors

  • Afriantoni Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Anisah Yuniyarti Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Derinda Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Salsabila Zahira Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.70292/jpcp.v4i1.377

Keywords:

Transformasi Digital, Pendidikan Islam, Literasi Digital, Reformasi Kebijakan, Teknologi Pembelajaran

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi di era globalisasi saat ini memicu pergeseran paradigma yang masif di sektor edukasi. Institusi pendidikan Islam, yang meliputi madrasah, pondok pesantren, hingga universitas keagamaan, dituntut untuk segera beradaptasi dengan disrupsi ini agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Dunia pendidikan, termasuk ekosistem pendidikan Islam, telah diubah secara dramatis oleh transformasi digital. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mempelajari dinamika transformasi digital di institusi pendidikan Islam, melihat masalah yang dihadapi, melihat peluang, dan membuat garis besar reformasi kebijakan yang akan datang. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan deskriptif untuk mengeksplorasi data dari berbagai sumber literatur ilmiah, regulasi pemerintah, serta dokumen strategis terkait penerapan teknologi pada pendidikan berbasis agama. Berdasarkan hasil analisis konten, ditemukan beberapa kendala krusial, seperti ketimpangan fasilitas teknologi antarwilayah, kompetensi literasi digital guru yang belum merata, hingga adanya keengganan sosiokultural dalam mengadopsi kurikulum digital karena kekhawatiran memudarnya tradisi luhur. Kendati demikian, digitalisasi membawa angin segar berupa kemudahan perluasan akses sumber belajar, sistem pembelajaran mandiri yang lebih fleksibel bagi siswa, serta pembaruan strategi syiar pendidikan agar lebih memikat generasi muda. Artikel ini menyimpulkan bahwa untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan reformasi kebijakan yang holistik, mencakup peningkatan kompetensi digital guru, integrasi teknologi dalam kurikulum berbasis nilai (value-based education), serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Fokus dari rekomendasi kebijakan adalah untuk membangun lingkungan pendidikan Islam yang inklusif, fleksibel terhadap perubahan zaman, sambil tetap mempertahankan identitas Islam.

Downloads

Published

2026-07-02